February 20, 2013

Lelaki : Pada Titik Jenuh



photo by @boimakar
Tetiba, jenuh menyerang. Menombak dengan tepat ke titik semangat yang menyala-nyala. Bahkan, menerjangkan anak panah seperti ombak dilautan, tak pernah henti. Kopi tak lagi berasa nikmat. Susu tak terlihat putih berselera. Semua seperti hampa tanpa ada cerah terpesiar. Ngantuk datang berkali-kali tanpa henti. Juga ikut, seperti anak panah jenuh tadi menyerang. Bukan cuma raga dan jiwa, alam bawah sadar dijejali dengan bisikan-bisikan angin yang terus menerus tanpa henti. 

Dokter yang ditanya, tak tau obatnya. Dukun menyerah karena tak ada wangsit yang menyampaikan berita. Aku terkurung dalam jeruji tanpa bentuk yang seolah hanya beberapa milimeter di depan mata, namun, nampak seperti jauh pulak, ribuan kilometer didepan. Lari kedepan seperti menabrak ruang kaca yang bening. Mundur kebelakang seperti jurang menganga lebar siap menerkam. Kemana harus berlari, entahlah!


Kepala terasa semakin berat. Kantuk menyerang semakin meraja lela. Seluruh organ tubuh dikuasai kekuatan jahat yang sangat kuat. Membelenggu tanpa ada satupun kekuatan mampu menahan. Tidak juga keinginan yang gigih untuk bangkit. Semua kalah. Semua kaku dalam cengkraman tanpa ampun.

photo by @boimakar
Kemudian pesan datang dari daunan yang jatuh di penghujung siang. Berkelebat dia dalam bayangan samar seputih kapas, memproyeksi gambaran sebuah tempat tanpa batas, penuh warna-warni indah dan hijau mempesona. Batuan menyala berkilauan. Air beriak dalam sungai-sungai berbatu pulam. Warna warni menggembirakan hati. Ini seperti mimpi, tapi proyeksi itu sedemikian nyata. Aku sudah gila mungkin. Menyaksikan gambaran ulat-ulat yang menari dalam irama yang terdengar asing, dan memikat. Menenangkan hati. Kemudian apa lagi itu? Rumputan meniupkan seruling gembala, dan jangkrik semut menari membuat lingkaran dalam formasi baris yang elok. Aku sudah gila!

Tapi, lihatlah. Aku bisa merasakan semuanya dengan nyata. Membolak balik batuan warna-warni itu, dan menyusunnya menjadi istana kecil, seperti rumah hobbit dan menempatkan beberapa kijang mini didalamnya. Dan, dari sungai-sungai yang mengalirkan susu dan madu, bermekaran kelopak bunga-bunga indah yang menyegarkan. Apa ini surga? Apa aku mati? (bmkr/02/13)


No comments:

Post a Comment