June 20, 2012

Lelaki : Memandang Mu Terlelap

i want to be always beside you
Tadinya, saya berfikir kalau itu biasa saja. Menjumpaimu setelah sekian lama tidak bertemu. Awalnya. saya merasa ini adalah pengulangan cerita yang dulu pernah ditorehkan. Alur yang sudah pernah saya baca dan saya lewati, kemudian akan kembali saya ulang. Bosan menyerang di awal-awal. Tidak pernah terpikir untuk menjadikan ini berbeda.

Nyatanya. Sesaat saya diam. Memandangmu dalam temaram langit yang mulai gelap. Mengartikan tiap gurat perasaan yang sudah lama betul tidak pernah terpendar. Pesona mu masih seperti dulu. Ketika pertama kali melihatmu dengan jelas, di lembah itu. Mengerjapkan mata, merentangkan tangan membentuk pesawat terbang, kemudian berteriak, " elaaang, bawa aku disisimu," lalu terkekeh disemburat cahaya sore yang temaram.

Sekelebat, mestinya saya tersadar. Ada kehidupan yang sudah lama sekali tertinggal disana. Diserakan batuan yang menjejali jalanan penuh akar. Saya pikir, saya sudah tandaskan rasa itu di batang-batang penuh lumut, pohonan yang menjulang menusuk-nusuk awan. Tapi nyatanya, saya larut menikmati dekap erat tanganmu. Mengartikan tiap celoteh yang membaur dalam berisiknya rumah makan kecil penuh kaca itu.

Dan mendapatimu, terlelap semalam, setelah semalaman kita menikmati hentakan musik berat dan asap rokok yang tidak pernah kosong mengisi ruang penuh meja. begitu tenang. Sepertinya, aku betah berlama-lama ada dalam dekapmu, seperti kau yang tidak pernah melepas dekapan tangan ini ditubuh letihmu.

Memandangmu terlelap, seperti pulang ke rumah yang sudah lama sekali aku tinggalkan. Mendapati semua ketenangan yang terpancar lewat dengus nafasmu yang satu-satu terhembus pelan. Saya jatuh cinta. (bmkr/0612)

No comments:

Post a Comment