January 05, 2012

Huma Diatas Bukit

Seribu rambutmu yang hitam terurai
Seribu cemara seolah mendera
Seribu duka nestapa di wajah nan ayu
Seribu luka yang nyeri di dalam dadaku
Di sana kutemukan bukit yang terbuka
Seribu cemara halus mendesah
Sebatang sungai membelah huma yang cerah
Berdua kita bersama tinggal di dalamnya

Nampaknya tiada lagi yang diresahkan
Dan juga tak digelisahkan
Kecuali dihayati
Secara syahdu bersama
Selamanya bersama selamanya

------------------------------------------------------------------

Tidak ada yang salah dari lirik lagu yang dibawakan dengan suara khas berat milik Achmad Albar itu. Semuanya selaras, berpadu dalam simphoni yang menawan.

Bukan.. bukan irama atau melodi nya yang membuat aku terus menerus memutar lagu itu dalam keseharianku.
Meresapi lirik nya lah... Jadi beban dalam kehidupanku.

Kita telah sama-sama tahu, berhayal mewujudkan mimpi-mimpi yang kita taruh dalam kotak-kotak yang kosong..

Di sana kutemukan bukit yang terbuka
Seribu cemara halus mendesah
Sebatang sungai membelah huma yang cerah
Berdua kita bersama tinggal di dalamnya

kita membayangkan membangun istana kecil.
dalam hamparan cemara yang halus bergesek dibelai angin
meski, itu semakin jauh,,

No comments:

Post a Comment