October 10, 2010

Lelaki : Menjadi Lelaki Sebenarnya


Sering betul, kita menyaksikan sederetan orang berbadan besar, memakai kaos ketat dengan lengan yang berotot dan bertampang sangar, hilir mudik disekitar kita. Mereka menjadi pusat perhatian karena badan bagus dan otot besar yang menyembul. Menjadi simbol kekuatan lalaki yang sering kali menjadi tendensi kekuatan dan penarik pesona kaum perempuan. Bahkan, lihat saja model-model di televisi, mempertontonkan body bagus yang menjadi kebanggaan. Ajang pemilihan model sebuah product susu pun, yang dikhususkan untuk para lelaki menjadi ikon dan penarik pasar yang handal.

Kemudian, bagi orang-orang yang jeli memanfaatkan moment, ini adalah indikasi untuk membuat jaringan busines baru. Maka, berdirilah pusat-pusat kebugaran diseluruh penjuru tanah air. Bukan hanya di mall-mall yang bertarif jutaan rupiah, di ujung gang sempit dan buntu di suatu pemukiman kelas gang pun, bisa kita temui. Nampaknya, mempunyai badan bagus dengan otot-otot yang menyembul keluar menjadi mimpi banyak lelaki di dunia.

Selain itu, banyak nya produk-produk yang mengkhusukan kepada pembeli laki-laki, sekarang ini juga mulai marak. Tengok saja, sepanjang jalan, kita bisa melihat toko obat kuat dengan nama-nama etis china tersebar seantero ibu kota. Pangsa pasarnya, ya tentu saja kaum adam yang mendambakan kekuatan dan biar kelihatan macho di depan pasangannya.

Jika lelaki tidak boleh menangis, kenapa Tuhan menciptakan air mata pada mereka?
Itu kemudian mengilhami saya. Menjadi lelaki sebenarnya, seharusnya tidak hanya menampakkan otot-otot yang kekar dan tampang yang sangar. Hingga segala hal di coba untuk lebih meyakinkan. Namun jauh dibalik itu semua, ada hal berat yang menjadi tujuan dari kehidupan yang dijalani sorang lelaki. 
bersambung (bm/11)

No comments:

Post a Comment